RSS

Detik detik kelahiran anak pertamaku…

05 Jan

Sekitar jam 9 malam tgl 1 Januari 2012 istriku mengalami kontraksi yg sudah beraturan, tanpa menunggu waktu saya beserta istri langsung bergegas menuju rumah sakit terdekat yaitu women n children hospital jalan brawijaya, sesampai di sana kami langsung ke UGD, dan di rekomendasikan untuk di observasi.

Malam itu istri saya dirawat di kamar 207, dari malam sampai jam 6 tgl 2 jan 2012 istri sudah mengalami nyeri,mules atau dengan bahasa dokternya kontraksi tetapi belom ada bukaan. Jam 7 datangkah dokter yg selama ini kita pergi konsul, diberikanlah istri saya obat untuk induksi supaya ada bukaan.

Setelah obat induksinya berjalan, istri saya mengalami kontraksi hebat, dan sakit yg sangat luar biasa dari jam stengah 8 pagi sampe jam 12 siang. Dengan melihat keadaan istri yg sudah kesakitan sangat, dengan keputusan yg sulit saya segera telp dokter meminta supaya istri saya di caesar saja, karena istri saya sudah tidak tahan sakit yg sangat luar biasa.

Segeralah saya berlari ke bagian biling untuk menbayar deposit sebesar 16,2jt. Setelah saya mengurus semua barulah para suster dan lainnya berkordinasi untuk persiapan operasi, sewaktu menunggu dokter istri saya kembali kesakitan dan seorang suster menawarkan untuk di suntik ILA. Setelah saya menandatangani untuk di suntik ILA dan langsung di lakukan tindakan barulah istri saya berkurang rasa sakitnya.

Seorang suster yg juga ternyata asal padang sama dengan kami, mempunyai keyakinan kuat bahwasanya istri saya masih bisa normal, dan dia melakukan pemeriksaan bukaan lagi, alhamdulillah ternyata sudah bukaan 8, dengan terpaksa dibatalkan operasi dan berpindah ke tindakan lahiran normal.

Istri saya memanggil saya ke dalam ruang persalinan untuk menemani dia lahiran, dengan keyakinan dan saya kuatkan hati saya, saya ikut menemani istri sewaktu lahiran, walaupun saya tidak kuat melihat darah. Dengan perintah dokter, hanya dengan 2 kali ngeden anak saya lahir dengan berat 2,9kg dan panjang 48cm.

Tiba2 air mata saya keluar dan terdiam sewaktu melihat anak kami keluar dari perut ibunya dan di taruh diatas dada ibunya beberapa menit, sebelum di timbang dan di ukur. Senang bercampur haru, setelah melihat perjuangan istri saya menahan sakit yg saya perkiraan sangat sakit sekali sampai kondisi tubuh pucat, dingin dan melemah.

Tanpa menunggu waktu saya langsung menkhomatkan sesuai dengan ajaran agama yg kami anut. Setelah anak kami di bersihkan langsung di bawa ke ruang bayi di lantai 3 selama 6 jam sebelum diketemuin lagi sama ibunya.

Saya langsung menelpon kerabat,sanak saudara dan temen2 untuk mengabarkan berita gembira ini, saya mengucapkan banyak terimakasih untuk semua doa2 yg telah sengaja di panjatkan untuk kelancaran kelahiran istri saya.

Dan kami memberikan nama “Sidney Garcia Widi” . Nama Sidney adalah cita2 dari ibunya kalo bahwasanya mendapatkan anak perempuan akan diberikan nama “Sidney”, “Gracia” adalah usulan nama dari ibu saya yg ketika sebelum lahiran anak saya, beliau menonton acara pernikahan anak seorang raja, gracia berarti anggun, “Widi” ada kata dari gabungan nama nama masa kecil kami wiwik-dedi.

Tidak terasa sudah jam steng 3 pagi, sekian dulu tulisan saya untuk hari ini. Dengan gaya bahasa yg tidak terprosedur mohon maap sebelumnya hehe.. Laen waktu saya sambung lagi..

Selamat pagi..

Advertisement
 

About ikhrar

just human being
Leave a comment

Posted by on January 5, 2012 in ini cerita ku, mana cerita mu

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.